8 Manfaat Makan Tahu Dengan Sejuta Kesehatan

 Seringkali makanan sederhana selalu kita remehkan begitu saja. Padahal jika kita pelajari lebih jauh, ternyata kebanyakan makanan sehat itu justru yang lebih mudah didapatkan dengan harga yang lebih terjangkau. Seperti misalnya tahu tempe yang merupakan sumber protein sekaligus mengandung kesembilan asam amino esensial yang penting bagi tubuh kita. 

Terbuat dari kacang kedelai, tahu juga tentunya merupakan bagian dari sumber nutrisi berbasis nabati yang kaya akan zat besi dan kalsium, bersama dengan mineral mangan dan fosfor. Sebagai bonusnya, kamu akan mendapatkan sejumlah magnesium, tembaga, seng, dan vitamin B1.

Lantas, jika tahu memang mengandung sejumlah gizi, apakah ia memiliki manfaat kesehatan untuk tubuh kita?



Manfaat Makan Tahu


Tentu saja, ada banyak manfaat yang bisa kamu petik jika mengonsumsi tahu secara berkala. Adapun daftarnya adalah sebagai berikut.

1. Mendukung Kesehatan Jantung

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Monday dari American Heart Association Circulation memeriksa data dari 200 ribu orang dan menemukan bahwa dengan makan tahu setidaknya 1 porsi per minggu ternyata bisa mengurangi resiko penyakit jantung hingga 18% dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya. 

Pada dasarnya, kacang kedelai dan produk makanan berbasis kedelai lainnya cenderung bebas kolesterol dan rendah lemak jenuh. Sebaliknya, pola makan yang tinggi akan protein hewani (tinggi lemak jeuh dan kolesterol) bisa meningkatkan resiko seseorang terkena berbagai macam jenis penyakit kardiovaskular.

Dengan mengganti protein hewani dengan protein nabati, maka kamu bisa mendukung kesehatan jantung secara alami dengan sangat ampuh.  

2. Baik Bagi Kulit

Selain baik bagi jantung, produk kedelai seperti tahu juga ternyata bisa mendukung kesehatan kulit kita. Kandungan protein dalam makanan ini bisa meningkatkan elastisitas kulit, mengencangkan otot wajah, dan memperlambat penuaan, sehingga akan tetap membuat kita awet muda.

Jadi sebelum kamu membeli berbagai macam perawatan kulit yang mahal harganya, pastikan dulu untuk menutrisi kulit dari dalam melalui makanan sehat seperti tahu. Jika dilakukan secara teratur, hampir semua tanda-tanda penuaan dini dan garis-garis halus di kulit bisa diperlambat untuk muncul.

Ditambah lagi, kacang kedelai sudah terkenal akan kandungannya yang disebut sebagai isoflavon, yang mana sangat berperan penting dalam mengurangi munculnya penuaan kulit. 

Tapi harap hati-hati jika kamu memiliki alergi terhadap kacang kedelai, karena mengonsumsinya bisa memicu reaksi yang kurang menyenangkan seperti kesemutan di mulut, gatal-gatal, eksim, serta pembengkakan di beberapa bagian tubuh termasuk bibir, wajah, lidah, tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya. 

3. Mengurangi Resiko Kanker Payudara

Ada yang bilang bahwa asupan tahu bisa meningkatkan resiko kita terkena kanker payudara, tetapi itu sebenarnya terjadi jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Asupannya dalam jumlah sedang cenderung tidak akan meningkatkan resiko kamu terkena penyakit ganas yang satu ini. 

Bahkan ini pun berlaku bagi para penderita kanker payudara. Sekalipun sifat kedelai seperti estrogen memang nampak bisa meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara, akan tetapi penelitian terkini malah menunjukkan bahwa asupannya dalam jumlah sedang cenderung aman untuk dikonsumsi, sekalipun oleh para penderitanya. 

4. Menjaga Penuaan Pada Otak

Tahu memang bisa memperparah ingatan seseorang, akan tetapi bagi orang sehat, mengonsumsinya malah bisa memberikan manfaat kesehatan pada otak. Seperti misalnya dalam sebuah penelitian terhadap hewan dan kultur sel menunjukkan bahwa fitoestrogen yang terdapat dalam produk kedelai cenderung mampu melindungi otak dari penuaan dini. 

Seiring dengan bertambahnya usia kita, area otak tentunya akan menyusut, terutama bagian yang terlibat dalam pembelajaran dan penyelesaian tugas berat. Saat hal itu terjadi, maka hubungan antara neuro atau sel-sel saraf di otak tentunya akan menurun drastis, sehingga menyebabkan pemrosesan informasi menjadi lebih lambat. 

Tak hanya itu saja, aliran darah ke otak pun akan menurun drastis sehingga penuaan otak ini cenderung sangat berbahaya jika terjadi pada usia dini atau sebelum waktunya. 

5. Terlindung Dari Osteoporosis

Seorang wanita cenderung lebih rentan terkena osteoporosis dibandingkan dengan pria, terlebih jika mereka sudah memasuki masa menopause. Agar terhindar dari masalah tersebut, pastikan kamu mendapatkan asupan protein kedelai dari waktu ke waktu.

Tetapi jangan pernah berlebihan dalam mendapatkannya. Pasalnya, bisa saja tahu memberikan efek sebaliknya jika dikonsumsi secara sembarangan. Memang benar jika produk kedelai seperti edamame, tahu, tempe, dan susu kedelai kaya akan protein pembangun tulang, tetapi terdapat sejenis senyawa nabati yang dapat menghambat penyerapan kalsium bernama oksalat.

Oksalat dalam kacang kedelai dapat mengikat kalsium dan membuatnya tidak tersedia bagi tubuh kita. Jadi untuk memetik khasiatnya, pastikan kamu mengonsumsi tahu tidak lebih dari satu porsi per minggu. 

6. Mengurangi Gejala Menopause

Menopause merupakan salah satu periode yang harus dijalani oleh sebagian besar wanita sebagai tanda dari berakhirnya masa kesuburan mereka. Meskipun terjadi secara alami, sayangnya kondisi ini bisa mendatangkan sejumlah gejala yang kurang menyenangkan, termasuk hot flashes (sensasi panas dari dalam tubuh), mood swing (suasana hati yang berubah-ubah), dan keringat malam. 

Untuk itu, kamu harus bisa mengonsumsi tahu secara teratur dari waktu ke waktu. Bahkan kita disarankan untuk senantiasa makan makanan sumber kedelai sebagai pengganti dari terapi sulih hormon. 

Itu artinya, mengonsumsi tahu hampir setara dengan metode pengobatan yang dilakukan oleh ahli medis profesional dalam mengatasi gejala menopause.

Dalam sebuah analisa terhadap 19 penelitian di tahun 2012 sendiri menemukan bahwa isoflavon kedelai ternyata bisa mengurangi intensitas hot flash hingga sebesar 26%, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Analisis lain juga dilakukan di tahun 2015 yang mengamati terhadap 10 penelitian berbeda, dan menemukan bahwa isoflavon kedelai bisa mengurangi semburan panas (hot flashes) hingga sebesar 11%. 

7. Mencegah Terkena Obesitas

Kegemukan yang tak terkontrol bisa berkembang menjadi obesitas, sementara obesitas bisa meningkatkan resiko kita terkena berbagai macam penyakit mematikan termasuk penyakit jantung, kanker, dan stroke.

Tapi dengan mengonsumsi tahu sebagai alternatif daging, maka bisa membantu menurunkan berat badan berkat kandungan kolesterol dan lemaknya yang sangat rendah. Bahkan salah satu alasan kenapa tahu bisa mendukung kesehatan jantung kita adalah berkat kemampuannya dalam mencegah kamu terkena obesitas.

8. Mengontrol Diabetes

Diabetes memang tidak bisa disembuhkan, tetapi masih bisa kita kontrol agar kadar gula dalam darah kita tetap stabil dan tidak memicu komplikasi mematikan. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan protein sekaligus menjauhi asupan gula berlebih, termasuk karbohidrat rafinasi. 

Tahu sendiri mengandung protein yang sangat lengkap, sehingga bisa membantu mengatur kadar gula darah kamu dengan cara yang lebih sehat dan alami. Dengan begitu, makanan sumber kedelai dinilai sebagai salah satu makanan terbaik bagi para penderita diabetes tipe-2. Serat makanannya juga tidak akan melonjakkan gula dalam darah kamu secara drastis.

Tak berhenti sampai di sana, para ahli gizi dan ilmuwan juga mengidentifikasi bahwa senyawa bioaktif dalam kedelai yang disebut sebagai isoflavon memiliki potensi untuk menurunkan resiko diabetes dan komplikasinya, termasuk penyakit jantung.

Dengan mengonsumsinya secara teratur, maka kolesterol dalam darah pun akan ikut turun, bersama dengan turunnya kadar glukosa dalam darah serta meningkatnya toleransi terhadap glukosa di saat yang bersamaan pada para penderita diabetes.

Post a Comment for "8 Manfaat Makan Tahu Dengan Sejuta Kesehatan"