Informasi Seputar Semut Dan Koloninya

 Semut dikenal sebagai satu jenis serangga berukuran kecil namun memiliki kekuatan luar biasa. Semut dikenal dengan sistem kasta, bahkan setiap kasta yang ada memiliki tanggung jawab masing-masing. Seperti halnya ratu yang berperan sebagai induk koloni dan memiliki tugas untuk bertelur. 

Semut pekerja terdiri dari semut jantan, mereka bertanggung jawab atas pekerjaan yang dimilikinya untuk menjadikan koloni hidup dengan harmonis. Selain bertugas merawat ratu, mereka juga bertugas untuk mencari makan, mengawasi konflik yang terjadi pada koloni hingga membuang kotoran. 



Sementara itu, semut pekerja sangat mungkin untuk tidak memiliki keturunan sendiri. Namun kebanyakan dari telur tersebut justru akan tumbuh sebagai pekerja. Selain itu, setelah koloni siap, sang ratu akan kembali menghasilkan generasi selanjutnya yang lebih reproduktif. Bahkan generasi tersebut akan memulai koloninya sendiri. 

Pada dasarnya setiap semut betina dapat menjadi ratu. Karena umumnya menjadi ratu ditentukan berdasarkan diet yang dimilikinya, dan bukan berdasarkan pada faktor genetik. Dengan kata lain untuk semut betina yang menerima diet kaya protein, maka dirinya dapat menjadi ratu. Sedangkan untuk semut lainnya justru hanya mendapatkan sedikit protein saja. Hal inilah yang kemudian menjadikan semut-semut tersebut menjadi semut pekerja. 

Untuk semut jantan mereka juga memiliki ibu namun tidak memiliki ayah. Mengapa demikian? Karena berbeda halnya dengan manusia, jenis kelamin semut justru ditentukan berdasarkan salinan genom yang ada padanya. 

Untuk semut jantan mereka umumnya berkembang dari jenis telur yang tidak dibuahi. Dengan kata lain ia tidak mendapatkan genom dari ayah. Karena itulah untuk semut jantan mereka umumnya tidak memiliki ayah dan juga tidak dapat memiliki anak laki-laki. Namun mereka tetap memiliki kakek dan juga dapat memiliki cucu laki-laki. Sedangkan untuk semut betina, mereka justru berkembang dari jenis telur yang telah dibuahi. Karena itulah ia memiliki dua salinan genom, satu dari ibu dan satunya lagi dari ayah. 

Fakta selanjutnya yang ditunjukkan oleh semut adalah bentuk koloni yang dimilikinya, yang mana berbeda antara satu dengan lainnya. Selain itu, ukurannya pun turut berbeda pula. Ada koloni yang berukuran besar dan disebut sebagai super koloni. Jenis koloni ini bahkan memuat hingga 300 juta semut di bagian dalamnya. Super koloni ini pernah ditemukan di beberapa kawasan negara berbeda seperti halnya Jepang, Amerika, Australia hingga Eropa. 

Semut juga tidak memiliki organ penting yang dimiliki manusia. Dalam hal ini mereka tidak memiliki kuping. Namun bukan berarti bahwa semut tersebut tidak dapat mendengar. Karena pada dasarnya semut dapat mendengar dengan cara merasakan getaran melalui bagian di permukaannya. Sensor tersebut terdapat pada bagian kaki serta lutut yang dimilikinya. Sedangkan untuk bagian antena serta bulu-bulu halus yang dimilikinya justru ditujukan untuk mencari makanan. 

Pada umumnya semut pekerja adalah semut jantan dan semut betina hanya ratu saja. Namun ada pula spesies lain yang berbeda dari jenis koloni semut tersebut. Spesies semut tersebut adalah mycocepurus smithii yang dikenal dengan semua jenis semut yang ada adalah betina. Hal ini terjadi karena semut pekerja yang ada pun merupakan kloning dari sang ratu. 

Selain Itu semut betina dan jantan juga memiliki waktu hidup yang berbeda antara satu dengan lainnya. Hal ini terlihat dari semut betina yaitu ratu yang dapat hidup hingga beberapa dekade. Sedangkan semut jantan umumnya hanya hidup selama satu minggu saja. 

Demikianlah kiranya penjelasan singkat mengenai semut, koloni dan juga beragam penjelasan serta informasi dasar yang berkaitan dengannya. 

Post a Comment for "Informasi Seputar Semut Dan Koloninya"